Skip to main content
Participant
May 11, 2023
Open for Voting

Short film

  • May 11, 2023
  • 0 replies
  • 111 views

 

 

Judul: "Momen yang Hilang"

 

INT. RUANG MAKAN - PAGI

 

Meja makan ditata rapi dengan sepiring sarapan yang belum tersentuh. ADA (30-an, wanita berambut panjang) duduk sendirian di meja, menatap ke luar jendela dengan pandangan kosong. MATTHEW (30-an, pria berambut pendek) memasuki ruangan.

 

MATTHEW

(adem)

Pagi, Ada. Apa kabar?

 

ADA

(dalam hati)

Momen ini terasa kosong.

 

Matthew duduk di seberang Ada dan mengamati wajahnya dengan cemas.

 

MATTHEW

Ada apa? Kau terlihat khawatir.

 

ADA

(tersenyum pahit)

Ini bukan tentang khawatir. Ini tentang momen yang hilang.

 

Matthew memperhatikan Ada dengan perhatian.

 

MATTHEW

Apa yang kau maksud?

 

ADA

(lirih)

Kita terus melewatkan momen berharga dalam hidup kita. Kita terlalu sibuk dengan rutinitas dan tugas-tugas sehari-hari. Kita terjebak dalam perangkap waktu.

 

Matthew memikirkan kata-kata Ada dan memutuskan untuk melakukan sesuatu.

 

MATTHEW

(tegas)

Kita bisa mengubahnya. Kita bisa mengambil waktu untuk momen-momen itu. Bagaimana kalau kita mulai sekarang?

 

Ada memandang Matthew dengan perasaan campur aduk.

 

ADA

(gugup)

Tapi bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?

 

MATTHEW

(senyum)

Kita bisa mulai dengan menghabiskan sarapan ini bersama-sama. Mungkin itu adalah momen pertama yang kita lewatkan.

 

Ada tersenyum dan mereka berdua mulai makan bersama. Mereka saling memandang, menikmati kehadiran satu sama lain.

 

INT. RUANG MAKAN - PAGI (WAKTU BERLALU)

 

Beberapa bulan kemudian, Ada dan Matthew duduk di meja yang sama. Kali ini, mereka berdua tersenyum dan tertawa riang. Mereka tampak bahagia dan penuh dengan momen berharga.

 

Kamera perlahan bergerak ke luar jendela, mengisyaratkan bahwa mereka telah menemukan arti sejati dari hidup.

 

THE END